Francesco Bagnaia Jadi Pembalap Rookie yang Paling Sering Crash di MotoGP 2019 : Okezone Sports

VALENCIA – Musim perdana pembalap Tim Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, di MotoGP tampaknya tak berjalan mulus. Sebab ketika kompetisi itu berakhir, Bagnaia hanya bisa berpuas diri dengan menempati posisi ke-15. Total Bagnaia hanya berhasil mengumpulkan 54 poin saja dari 19 balapan yang sudah dilaluinya. ...

https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 38 2131414 francesco-bagnaia-jadi-pembalap-rookie-yang-paling-sering-crash-di-motogp-2019-0OSSmIGseG.jpg

VALENCIA – Musim perdana pembalap Tim Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, di MotoGP tampaknya tak berjalan mulus. Sebab ketika kompetisi itu berakhir, Bagnaia hanya bisa berpuas diri dengan menempati posisi ke-15. Total Bagnaia hanya berhasil mengumpulkan 54 poin saja dari 19 balapan yang sudah dilaluinya.

Sedikitnya perolehan poin yang diraih Bagnaia tak terlepas dari masih sulitnya pembalap asal Italia itu dalam beradaptasi dengan motor Desmosedici milik Ducati. Terbukti Bagnaia kerap kali crash alias kecelakaan saat balapan sedang berlangsung.

Baca Juga: Vinales Puas Target Finis di Tiga Besar Klasemen Akhir MotoGP 2019 Tercapai

Aksi Francesco Bagnaia saat kendarai Desmosedici

Bahkan, Bagnaia bisa dikatakan menjadi pembalap rookie dengan jumlah crash terbanyak di MotoGP 2019. Pembalap pendatang baru lainnya seperti rider dari Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, lalu Miguel Oliveira (KTM Tech 3), dan Joan Mir (Suzuki Ecstar), tercatat tak mengalami kecelakaan lebih dari empat kali.

Akan tetapi, Bagnaia justru sudah merasakan enam kali kecelakaan, yakni saat mentas di seri Qatar, Spanyol, Prancis, Italia, Catalunya, dan San Marino. Dengan total enam crash itu, Bagnaia juga menjadi salah satu dari tiga pembalap yang paling banyak kecelakaan di MotoGP musim ini. Selain Bagnaia, pembalap yang crash sampai enam kali itu adalah Cal Crutchlow (LCR Honda) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Tentu melempemnya Bagnaia di MotoGP 2019 tidak terprediksi sebelumnya. Sebab di awal musim Bagnaia yang berstatus sebagai juara dunia Moto2 2018 mampu tampil cukup menjanjikan di tes pramusim MotoGP 2019. Namun, ketika musim telah bergulir Bagnaia justru tampak kesulitan menguasai Desmosedici GP 18 miliknya.

Bagnaia sesaat sebelum balapan berlangsung

Quartararo yang awalnya tak diharapkan justru tampil paling gemilang di antara rider pendatang baru lainnya. Bahkan mungkin di antara pembalap senior lainnya juga. Pembalap berjuluk El Diablo itu berhasil bersaing dengan pembalap-pembalap top, sehingga tak mengherankan jika ia finis di urutan kelima pada klasemen akhir MotoGP 2019 dan menjadi rookie of the year.

1
2

No comments:

Post a Comment