MONACO – Sejumlah keputusan pengawas balapan (stewards) Formula One (F1) dikeluhkan oleh . Pembalap Tim Red Bull Racing itu menyamakan inkonsistensi pengambilan keputusan oleh pengawas balapan dengan wasit di sepakbola. Max Verstappen menjadi contoh terbaik dari perbedaan interpretasi berbeda dalam pener...

MONACO – Sejumlah keputusan pengawas balapan (stewards) Formula One (F1) dikeluhkan oleh . Pembalap Tim Red Bull Racing itu menyamakan inkonsistensi pengambilan keputusan oleh pengawas balapan dengan wasit di sepakbola.
Max Verstappen menjadi contoh terbaik dari perbedaan interpretasi berbeda dalam penerapan aturan di balapan F1. Pada seri Austria, pembalap bernomor mobil 33 itu sempat diinvestigasi karena dinilai terlalu agresif saat menyalip Charles Leclerc pada tiga putaran terakhir lomba.

Baca juga:
Untungnya, pembalap berpaspor Belanda itu tidak mendapat hukuman apa pun terkait manuvernya terhadap Leclerc. Pada balapan berikut di Inggris, kedua pembalap kembali terlibat pertarungan keras, tetapi Federasi Balap Mobil (FIA) tidak memberi peringatan apa pun atau melakukan penyelidikan.
Inkonsistensi itu membuat Max Verstappen bingung. Menurutnya, situasi tersebut mirip dengan yang terjadi di dunia sepakbola. Sebuah pelanggaran yang sama dapat berbuah kartu kuning atau tidak, tergantung dari interpretasi dari sang pengadil, dalam hal ini wasit.

No comments:
Post a Comment