Halaman

Bagas Fikri Sayangkan Kegagalan Lolos ke Perempatfinal Thailand Masters 2020 : Okezone Sports

BANGKOK – Ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, menyayangkan kegagalan mereka melaju ke perempatfinal Thailand Masters 2020 Super 300. Pasangan muda Indonesia itu menyerah dari wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge dengan skor 16-21 dan 19-21. Potensi Bagas/Fikri untuk merai...

https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 40 2157364 bagas-fikri-sayangkan-kegagalan-lolos-ke-perempatfinal-thailand-masters-2020-xyvhzv72US.jpg

BANGKOK – Ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, menyayangkan kegagalan mereka melaju ke perempatfinal Thailand Masters 2020 Super 300. Pasangan muda Indonesia itu menyerah dari wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge dengan skor 16-21 dan 19-21.

Potensi Bagas/Fikri untuk meraih kemenangan sejatinya terbuka lebar. Mereka pun beberapa kali mampu mengungguli Ellis/Langridge di set pertama dan kedua. Akan tetapi, kurangnya ketenangan membuat bagas/Fikri harus menyerah.

Baca juga Bagas/Fikri Gagal Melangkah ke Perempatfinal Thailand Masters 2020

Pasangan peringkat 55 dunia itumengaku banyak melakukan kesalahan sendiri yang mengakibatkan menelan kekalahan di laga ini. Terutama pada poin-poin kritis, di mana Bagas/Fikri selalu tertikung hingga gagal mengamankan kemenangan.

"Sayang banget karena kami banyak mati sendiri, banyak melakukan kesalahan dan juga masih belum konsisten. Power dan fokus kami harus ditingkatkan. Mati sendirinya juga harus dikurangi," ungkap Bagas, mengutip dari laman resmi PBSI, Kamis (23/1/2020).

Selain itu kurangnya pengalaman bisa menjadi penyebab kekalahan keduanya dalam menghadapi pasangan top dunia. Sementara, Ellis/Langridge yang merupakan peraih medali perunggu Olimpiade 2016 mampu menunjukkan ketenangan di laga tersebut.

"Kami kalah di poin-poin tua, padahal tadi sempat unggul. Tapi kami malah masih kurang tenang. Mungkin kalah pengalaman juga. Mereka lebih tenang. Awal-awal anginnya hari ini juga berbeda banget, jadinya ketekan banget. Kalau dapet menyerang bisa enak banget. Tapi kalau balik diserang, jadinya sulit mengembalikan keadaan," pungkas Fikri.

1
2

No comments:

Post a Comment