Halaman

Bisa Saingi Marquez Musim Lalu, Quartararo Kian Pede Hadapi MotoGP 2020 : Okezone Sports

SELANGOR – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku hasil positif di MotoGP 2019 kemarin membuatnya kian percaya diri untuk menghadapi kompetisi balap musim depan. Apalagi, Quartararo menjadi salah satu pembalap yang mampu memberikan persaingan ketat kepada sang juara dunia, Marc Marquez. ...

https: img.okeinfo.net content 2020 01 01 38 2148032 bisa-siangi-marquez-musim-lalu-quartararo-kian-pede-hadapi-motogp-2020-2iSL50rGyX.jpg

SELANGOR – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku hasil positif di MotoGP 2019 kemarin membuatnya kian percaya diri untuk menghadapi kompetisi balap musim depan. Apalagi, Quartararo menjadi salah satu pembalap yang mampu memberikan persaingan ketat kepada sang juara dunia, Marc Marquez.

Quartararo sendiri awalnya kurang difavoritkan untuk jadi lawan berat Marquez pada MotoGP 2019 kemarin. Akan tetapi, pembalap asal Prancis itu kemudian menunjukkan performa positif dengan mampu meraih tujuh kali podium untuk tim Petronas Yamaha SRT.

Baca juga: Sekali Menang Balapan, Quartararo Bakal Rasakan Tekanan Hebat

Fabio Quartararo

Hasilnya, Quartararo diganjar penghargaan sebagai pembalap debutan terbaik MotoGP 2019 mengungguli Joan Mir (Suzuki Ecstar), Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) dan Miguel Oliveira (KTM).

"Usai bertarung dengan Marc, saya merasa ia lebih 'manusiawi', tapi juga lebih dari itu; fakta bahwa saya bisa bertarung memperebutkan kemenangan dengannya telah membantu saya melihat apa yang bisa saya lakukan," ujar Quartararo, melansir dari laman Motorsport, Rabu (1/1/2020).

"Dalam balapan di Misano dan Buriram, saya terbukti bisa menyamai levelnya. Ini membuktikan kepada saya bahwa Marc bisa dikalahkan. Meski begitu, ada juga momen seperti di Aragon, di mana rasanya sangat sulit mengalahkannya," tambahnya.

Marc Marquez dan Fabio Quartararo

"Marc punya delapan gelar, sementara saya tak punya. Tapi di Misano dan Buriram, saya selalu ada di depannya kecuali pada lap terakhir. Marc ada di belakang saya sepanjang waktu demi menganalisa saya. Saya sendiri tak melihat apa pun dan hanya berkendara di garis balap. Jadi pertarungan itu membuat saya percaya diri," tutupnya.

1
2

No comments:

Post a Comment