Halaman

Cerita Nadal soal Perjalanan Kariernya di Sepanjang 2019 : Okezone Sports

MANACOR – Petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal, bercerita soal perjalanan kariernya di sepanjang 2019. Rasa suka dan duka turut diakui Nadal turut dirasakannya selama bertanding dari satu turnamen ke turnamen lainnya pada tahun ini. Nadal memang berhasil mengukir prestasi yang manis pada 2019. Petenis ...

https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 31 40 2147971 cerita-nadal-soal-perjalanan-kariernya-di-sepanjang-2019-D3qe21v7u3.jpg

MANACOR – Petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal, bercerita soal perjalanan kariernya di sepanjang 2019. Rasa suka dan duka turut diakui Nadal turut dirasakannya selama bertanding dari satu turnamen ke turnamen lainnya pada tahun ini.

Nadal memang berhasil mengukir prestasi yang manis pada 2019. Petenis asal Spanyol itu dapat meraih total enam gelar juara tahun ini, dimulai dari Italia Open, Prancis Open, Kanada Open, Amerika Serikat Open, Piala Laver 2019, dan Piala Davis 2019.

BACA JUGA: Ukir Prestasi Apik Bersama Federer dan Djokovic, Nadal Ungkap Kunci Sukses

Atas sederet prestasi tersebut, Nadal pun akhirnya bisa naik posisi di daftar peringkat petenis tunggal putra dunia. Ia kini menempati posisi pertama, menggeser Novak Djokovic. Posisi ini ditempatinya setelah mengantongi 9.985 poin.

Rafael Nadal

Di balik kesuksesan tersebut, siapa sangka Nadal harus melewati momen-momen sulit pada 2019. Mulai dari beberapa cedera yang menderanya hingga akhirnya mengharuskaan Nadal mundur di beberapa turnamen hingga hal-hal lain yang akhirnya membuat mentalnya turut terpengaruh. Karena itu, mendapati hasil manis tersebut, Nadal sangat bersyukur.

"Biasanya, saya orang yang emosional. Tapi, misalnya, musim 2009 ketika saya mengklaim gelar pertama di Australia Open, kekalahan pertama di Roland Garros, dan melihat orangtua saya bercerai, merupakan tahun yang luar biasa dan sulit, dengan banyak hal yang telah terjadi," ujar Nadal, sebagaimana dikutip dari Tennis World USA, Rabu (1/1/2020).

Rafael Nadal

"Yang mengatakan, ya, pada 2019, mental saya sangat rendah dan berhasil pulih dan kembali ke tingkat atas. Saya bermain sangat baik sejak Madrid pada pertengahan Mei, setelah Wimbledon, saya hanya kalah satu pertandingan dari Alexander Zverev di ATP Finals, yang luar biasa," tukasnya.

1
2

No comments:

Post a Comment